Wakaf tunai merupakan program yang dikembangkan oleh
Suara Yatim dalam membantu menyelesaikan masalah sosial ekonomi yang
dihadapi saudara-saudara kita yang kurang mampu, program ini
terinspirasi dari banyaknya masyarakat yang belum sejahtera, sehingga
banyak dari mereka yang belum dapat memenuhi kebutuhannya baik sandang,
pangan, papan dan pendidikan.
Dengan program wakaf tunai ini Suara Yatim berusaha mengkaji dan
mendalami serta mencari solusi dari persoalan ini sehingga ditemukanlah
solusi untuk mengatasinya. Selanjutnya Suara Yatim merancang sebuah
program yang solutif berupa pembebasan lahan yang akan digunakan sebagai
lahan pertanian terpadu, pembangunan sentra ekonomi, pembangunan asrama
yatim, pembangunan gedung pembelajaran dan pembangunan sekolah.
Melalui program wakaf tunai ini Suara Yatim memfasilitasi para
donatur yang ingin menyalurkan wakafnya secara terarah dan dikelola
dengan amanah, wakaf tunai akan terus dikelola hingga menjadi wakaf
produktif.
Kisah Umar bin Khatab ra, ketika menginginkan kebaikan dunia akhirat atas harta yang sangat dicintainya. “Wahai
Rosulullah, aku mendapatkan lahan di Khaibar, aku tidak pernah
mendapatkan harta yang lebih bernilai selain itu. Maka apa yang Engkau
perintahkan tentang tanah tersebut?” tanya Umar.
Rosulullah pun menjawab :”Jika kamu mau, kamu tahan zat bendanya (diwakafkan) & sedekahkanlah hasilnya”.
Mendengar jawaban tersebut, Umar bin Khatab ra. Pun langsung mewakafkanya.
Inilah wakaf pertama dimasa Rosulullah SAW yang terus menghasilkan
manfaat berkelanjutan, sementara zat wakafnya tetap (wakaf produktif).
Para sahabat yang lainpun tidak mau ketinggalan dalam hal berwakaf. Sahabat Utsman bin Affan ra,
misalnya, wakaf produktifnya yang benar-benar membawa keberkahan hingga
kini. Berawal dari menyambut seruan Rosulullah SAW untuk mengatasi
krisis air pasca hijrah ke Madinah, hingga kini produktifitas Raumah
(nama sumur dan lahan yang diwakafkan Utsman bin Affan di dekat masjid
Qiblatain Madinah) terus berjalan dan menjadi solusi bagi mereka yang
membutuhkan.
Sampai saat ini sumur tersebut masih berfungsi, selain untuk bersuci
dan air minum, juga untuk mengairi sekitar 1550 pohon kurma yang tumbuh
ditanah tersebut. Keuntungan dari penjualan buahnya disalurkan untuk
anak-anak yatim dan fakir miskin, sedangkan setengahnya ditabung dan
disimpan dalam bentuk rekening khusus di salah satu bank atas nama
Utsman bin Affan, dibawah pengawasan Departemen Pertanian Arab Saudi.
Atas dasar itulah Suara Yatim mengembangkan program
wakaf tunai untuk dikelola menjadi wakaf produktif. Dalam program ini
Suara Yatim memfasilitasi para donatur membebaskan aset yang bernilai
untuk diwakafkan, kemudian bersama mitra yang berpengalaman di
bidangnya, Suara Yatim mengelola aset wakaf tersebut sehingga
memproduksi hasil yang sangat berharga dan bermanfaat bagi ummat
disekitar secara kontinyu seperti untuk mengatasi biaya kemiskinan,
kesehatan, pendidikan dan kemaslahatan umum lainya.
Sekali berwakaf ribuan manfaat mengalir terus-menerus, begitu pula dengan pahala yang diterima terus-menerus oleh para wakif.
Kamis, 30 Maret 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar